Piagam Munas IX IARMI Tegaskan Komitmen pada Agenda Pertahanan Pemerintah

oleh -160 views
banner 468x60

Jakarta – Menyelesaikan rangkaian pembahasannya, Musyawarah Nasional (Munas) IX Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) menetapkan arah sikap resmi organisasi dengan mempertegas dukungan terhadap kebijakan pertahanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut kemudian dirumuskan dalam Piagam Munas IX IARMI yang disahkan menjelang berakhirnya sidang di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (23/11/2025).

Sekretaris Presidium Sidang Munas, Rasminto, menyampaikan bahwa seluruh rekomendasi dalam piagam itu sejalan dengan visi pertahanan negara yang tengah diprioritaskan Presiden Prabowo, utamanya terkait penguatan sistem pertahanan semesta dan optimalisasi kesiapsiagaan nasional.

banner 336x280

“Piagam ini memastikan bahwa IARMI berada pada garis yang sama dan siap terlibat dalam pelaksanaan agenda strategis Presiden Prabowo untuk membangun pertahanan Indonesia yang kuat, modern, dan mandiri,” ujar Rasminto.

Ia menjelaskan bahwa salah satu poin penting piagam adalah dukungan terhadap penerapan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanta) pada aspek operasional. Menurutnya, arah kebijakan tersebut selaras dengan karakter dasar Resimen Mahasiswa dan para alumninya sebagai unsur komponen pertahanan negara.

“Kami siap mengambil bagian dalam pembinaan komponen cadangan dan pendukung, termasuk menyusun modul pendidikan serta pelatihan bersama perguruan tinggi dan organisasi masyarakat. Penguatan Sishanta menjadi kebutuhan strategis sekaligus respons terhadap ancaman nasional yang semakin kompleks,” katanya.

Piagam Munas IX juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi nasional antara TNI, Polri, BNPB, BSSN, pemerintah daerah, dan lembaga intelijen. Rasminto menilai langkah pemerintah yang saat ini mengakselerasi pembenahan sistem keamanan nasional sebagai arah yang tepat.

“IARMI menilai pembenahan ini harus didukung oleh data yang akurat, teknologi yang memadai, dan kultur koordinasi yang lebih solid,” ujarnya.

Dalam rekomendasinya, Munas turut mengusulkan pembentukan situational room nasional berbasis data real-time yang berfungsi sebagai pusat analisis dan respons cepat terhadap ancaman.

“Rekomendasi Munas IX IARMI mendorong secara operasional hadirnya situational room nasional dengan data real-time sebagai instrumen analisis dan respons ancaman,” tegasnya.

Selain itu, piagam juga menyoroti aspek supremasi hukum sebagai fondasi sektor pertahanan yang efektif. Karena itu, IARMI mendukung program reformasi hukum pemerintah, termasuk peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan edukasi hukum bagi publik dan perguruan tinggi.

“Stabilitas keamanan tak dapat berdiri tanpa penegakan hukum yang kuat. Ini menjadi penegasan penting dalam piagam,” katanya.

Dalam lingkup regional, piagam menyoroti dinamika kawasan Indo-Pasifik serta tensi di Laut Natuna Utara. Rasminto menilai orientasi kebijakan luar negeri dan pertahanan Presiden Prabowo yang menekankan kesiapan kawasan sebagai langkah yang sejalan dengan tantangan global.

“Indonesia berada dalam kompetisi geopolitik besar. Kesiapan nasional harus diperkuat melalui diplomasi dan kemampuan pertahanan yang berimbang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Munas turut mendukung penuh agenda modernisasi pertahanan yang tengah dikerjakan pemerintah, termasuk upaya memperkuat industri pertahanan nasional.

“IARMI mendorong sinergi antara kampus, alumni, dan industri strategis agar percepatan kemandirian pertahanan dapat tercapai lebih cepat,” tutur Rasminto.

Menutup pernyataannya, Rasminto menegaskan bahwa Piagam Munas IX IARMI mencerminkan posisi resmi organisasi terhadap arah kebijakan pertahanan nasional.

“IARMI berdiri dalam garis dukungan terhadap agenda pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan berkomitmen memastikan pelaksanaannya berjalan efektif di lapangan,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.