Erick Thohir Serukan Anti-Bullying dan Penguatan Karakter di SMAN 3 Jakarta

oleh -133 views
banner 468x60

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, hadir dalam kegiatan Stand Up Against Bullying di SMAN 3 Jakarta, Jalan Taman Setiabudi II Nomor 1, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/11) pagi. Acara ini digelar sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Erick mengingatkan para siswa kelas 10 hingga 12 mengenai bahaya bullying serta pentingnya hubungan saling menghargai di antara senior dan junior. Ia menegaskan bahwa sejak kecil dirinya diajarkan untuk menyayangi adik dan menghormati kakak, nilai yang menurutnya harus diterapkan pula di sekolah.

banner 336x280

Erick sempat menanyakan kepada siswa mengenai pengalaman mereka terkait perundungan. Dari respons yang muncul, ia merasa bersyukur karena lingkungan SMAN 3 dinilai cukup kondusif dan minim kasus bullying. Hal ini semakin membanggakan baginya sebagai alumni sekolah tersebut.

Menpora juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah menjadi korban perundungan ketika aktif bermain bola basket saat masih bersekolah. Ia mengenang pertandingan antar kelas yang berlangsung keras hingga membuat para pemain terluka. Namun pengalaman itu justru menguatkan dirinya.

“Saya tetap bermain sampai pertandingan selesai. Kakak kelas mengatakan saya hebat karena tidak takut,” ujarnya. Erick menekankan bahwa pelaku perundungan tidak pantas merasa bangga, sementara korban harus berani bangkit dan melawan rasa takut.

Sebagai alumnus, Erick menyampaikan rasa bangganya terhadap SMAN 3 yang menurutnya telah membentuk karakter dirinya, mulai dari kepemimpinan, empati, hingga persahabatan. Ia berharap program-program positif di sekolah bisa benar-benar menyentuh kebutuhan siswa, mengingat setiap kelompok usia memiliki isu yang berbeda—termasuk persoalan kesehatan mental dan kepemimpinan.

Erick juga mengingatkan pentingnya senior untuk menjadi teladan yang baik, serta mendorong adik kelas agar berani berbicara jika mengalami perundungan. Ia menegaskan bahwa bullying saat ini tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga di media sosial dan melalui ucapan.

Di akhir sambutannya, Erick menekankan pentingnya pembangunan karakter bagi para pemuda, termasuk siswa-siswi SMAN 3. Mereka diharapkan menjadi generasi yang kompetitif, gigih, sekaligus memiliki empati terhadap keluarga, lingkungan, dan alam.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.