Aklamasi Lahir Lewat Diskusi Panjang, Munas IX IARMI Tetap Kondusif

oleh -145 views
banner 468x60

Jakarta – Suasana Munas IX IARMI mencapai titik krusial ketika forum akhirnya menyepakati penetapan ketua umum secara aklamasi. Keputusan ini, menurut Ketua Presidium Sidang, Royke Turang, menjadi bukti bahwa IARMI mampu menjaga kedewasaan berdemokrasi di tengah dinamika yang mengemuka dalam sidang.

Royke menegaskan bahwa budaya bermusyawarah telah lama menjadi identitas organisasi.

banner 336x280

“Keputusan ini lahir dari tradisi IARMI yang selalu mengedepankan musyawarah mufakat. Ini menunjukkan bahwa IARMI tetap solid dan mengutamakan kebersamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sidang berlangsung cukup dinamis karena adanya dua calon ketua umum: Bahrullah Akbar dan Safrizal ZA, yang saat ini menjabat Dirjen Adwil Kemendagri. Perdebatan yang muncul antar-delegasi membuat presidium beberapa kali menghentikan sementara sidang untuk memberi waktu konsolidasi.

“Kami menskors sidang agar setiap pihak dapat menyampaikan pandangannya secara jernih, tanpa tekanan, dan tetap dalam nuansa kekeluargaan,” jelasnya.

Sebelum masuk ke proses pemilihan, forum mendengarkan serta membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus sebelumnya.

“Alhamdulillah, seluruh delegasi menerima laporan tersebut secara bulat,” kata Royke.

Sementara itu, Sekjen DPN IARMI demisioner, Ahmad Riza Patria, menyampaikan apresiasi atas penerimaan LPJ oleh seluruh provinsi.

“Penerimaan ini menunjukkan bahwa kepengurusan sebelumnya berjalan baik. Meski masih ada kekurangan, kami berharap pengurus berikutnya dapat membawa IARMI semakin maju dalam pengabdian kepada bangsa,” ungkap Riza.

Menurut Riza, aklamasi yang diputuskan merupakan hasil diskusi intensif kedua calon bersama perwakilan provinsi hingga dini hari. Kesepakatan itu kemudian disahkan presidium melalui ketukan palu.

“Prosesnya panjang dan melelahkan, tetapi akhirnya kita bisa menutupnya dengan tetap menjunjung nilai-nilai musyawarah,” ujarnya.

Riza menilai bahwa mekanisme mufakat menjadi karakter dasar yang terus hidup dalam tubuh IARMI dan Resimen Mahasiswa.

“Ini bukan soal siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi landasan organisasi,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh presidium sidang atas peran mereka menjaga jalannya Munas tetap kondusif dan penuh kekeluargaan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Presidium Royke Turang, Sekretaris Dr. Rasminto, serta anggota presidium Dr. Bustami Zainuddin, Prof. Andi Tamsil, dan Iwan Tanjung yang telah menjaga martabat organisasi,” tutup Riza.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.