Kabupaten Bekasi Akan Gelar Lomba Kampung Bersih 2023

oleh -432 views
banner 468x60

Kabupaten Bekasi,-Untuk membangun kesadaran lingkungan yang bersih Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi akan mengelar acara lomba Kampung Bersih.

Dengan Tagline “Lomba Kampung Bersih Makin Berani 2023” mulai akan bergulir dalam waktu dekat ini melibatkan sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus dalam rangka menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 78 dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke- 73 dan Hari Pramuka ke- 63.

banner 336x280

Guna memaksimalkan tahapan lomba, Sosialisasi Penilaian Lomba Kampung Bersih Makin Berani ini, dilaksanakan secara virtual di Command Centre, Diskominfosantik, Komplek Pemda, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/7).

“Sebenarnya sama kayak tahun lalu, kriteria sama kategori juga sama,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafitri Donny Sirait.

Dalam pembahasan kali ini, kata dia, salah satu poin yang ditekankan yakni berkaitan dengan pemisahan antara kampung yang memiliki perumahan dengan kampung tidak ada perumahan.

Menurutnya, hal ini tidak mungkin jadikan perbandingan. Karena, untuk kampong yang memiliki perumahan rata- rata sudah ditunjang oleh sarana dan prasarana.

“Perkampungan dengan memiliki perumahan, prasarana sudah ada sedangkan pemukiman bagaimanapun adalah swadaya, yakni masyarakat itu sendiri. Kebiasaan masyarakat yang tidak bisa kita pisahkan,” katanya.

Dalam paparannya, 24 Juli 2023 menjadi star Lomba Kampung Bersih Makin Berani. Dengan tahapan kick off 27 Juli 2023. Selanjutnya, 1-6 Agustus 2023, yakni penilaian di tingkat Desa dan Kecamatan. Disusul tanggal 7-13 Agustus 2023 penilaian tingkat Kabupaten Bekasi dan 19 Agustus 2023, pengumuman bagi pemenang.

Adapun kriteria penilaian mencakup pada kebersihan dan pengelolaannya, Ekonomi Circular Sampah, Keindahan Lingkungan, Ketertiban baik administrasi penduduk maupun penataan Parkir, Keamanan Lingkungan dan Inovasi Lingkungan.

Di Samping pada kriteria dan bobot nilai yang tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, namun yang harus disadari, yakni berkaitan dengan misi Kabupaten Bekasi dalam penanggulangan sampah.

“Artinya ada pengelolaan sampah di tingkat masyarakat di tiap wilayah, apakah sudah berjalan atau tidak,” katanya.

Secara gamblang, Donny sapaan akrabnya menjelaskan, bila di satu wilayah atau perkampungan memiliki tempat pengelolaan sampah, maka sampah sampah itu tidak semua harus sampai ke- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu.

“Apalagi, kan sebetulnya sampah itu ada yang bersifat dikomersilkan juga. Seperti plastik botol itu kan tidak perlu sampai kesana karena memiliki nilai- nilai komersial. Termasuk juga, kalau sampah sampah organik itu bila dilihat dari teorinya bisa dijadikan pupuk,” jelasnya.

Maka dari itu, kata dia, Edukasi pemahaman sampah sangatlah penting untuk dipahami masyarakat. Bahwasannya, untuk sampah itu bisa dimanfaatkan dan ada yang bisa menjadi pendapatan.

Reporter :Heru Budian Timor

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.