Dr. Sahmin Siap Pimpin IAIN Gorontalo dengan Fokus pada Mutu Akademik dan Nilai Islam

oleh -251 views
banner 468x60

Gorontalo – Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo, Dr. Sahmin, Madina, S.Sos., M.Si., menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses seleksi sebagai calon rektor IAIN Gorontalo, bersaing bersama sepuluh kandidat lainnya dalam tahap fit and proper test yang dijadwalkan pada 8–10 Oktober 2025.

Ia menekankan bahwa keputusannya maju bukan karena ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan kampus dan pengembangan pendidikan Islam.

banner 336x280

“Pemilihan rektor bukan semata soal menang atau kalah, tetapi bagaimana para calon menyampaikan ide dan solusi terbaik untuk masa depan IAIN Gorontalo. Saya siap mengikuti proses ini dengan cara yang sehat, terbuka, dan bermartabat,” ujarnya kepada media, Minggu (5/10/2025).

Menurut Sahmin, pemilihan rektor merupakan momentum strategis untuk memperkuat budaya akademik yang demokratis dan berintegritas.

“Setiap kandidat memiliki keunggulan masing-masing. Yang terpenting adalah menjunjung tinggi nilai etika, keilmuan, dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi Islam harus dilandasi oleh integritas moral, kedalaman spiritual, serta kapasitas intelektual — bukan hanya kemampuan manajerial.

“Rektor itu bukan sekadar administrator, tapi harus menjadi sosok panutan,” tandasnya.

Dalam visi yang diusung, Sahmin menekankan pentingnya tata kelola kampus yang transparan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi riset yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Proses transformasi IAIN menuju UIN harus dilakukan secara sistematis dan berorientasi pada kualitas akademik. Tantangan kita hari ini bukan hanya soal akreditasi, tapi bagaimana IAIN Gorontalo bisa mencetak lulusan yang kompetitif secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal,” jelasnya.

Ia berharap kontestasi kali ini menjadi ruang adu ide, bukan sekadar perebutan pengaruh. Menurutnya, seluruh sivitas akademika IAIN Gorontalo sudah cukup bijak dalam menilai siapa sosok yang paling layak memimpin kampus dengan hati nurani dan akal sehat.

“Saya maju dengan niat untuk mengabdi. Saya siap mencurahkan seluruh energi, waktu, dan pengalaman demi kemajuan institusi yang saya cintai ini,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.