Afriansyah Noor Dorong Sinergi Kampus dan Industri Lewat Program Pemagangan Nasional

oleh -246 views
banner 468x60

Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi bukan sekadar kegiatan magang biasa, melainkan sebuah investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing tinggi di Indonesia (3/11/25).

Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi para lulusan, sekaligus menanamkan keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, komunikasi efektif, serta etos kerja yang kuat sebagai bekal menghadapi dunia industri.

banner 336x280

“Program pemagangan adalah jembatan emas menuju dunia kerja yang sesungguhnya. Di sini, para lulusan tidak hanya belajar bekerja, tetapi juga membangun karakter dan kompetensi yang dibutuhkan industri,” ujar Wamenaker Afriansyah Noor saat membuka Sosialisasi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch II di PP Muhammadiyah Jakarta, Senin (3/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wamenaker memberikan apresiasi kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang memiliki jaringan 163 kampus di seluruh Indonesia, dengan jumlah lulusan sekitar 30.000 orang per tahun. Ia menjelaskan bahwa para lulusan PTMA memiliki potensi besar untuk menjadi peserta pemagangan di berbagai unit amal usaha Muhammadiyah, seperti rumah sakit, klinik, rumah bersalin, hingga unit layanan publik di kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN/BUMD.

“Insya Allah, kolaborasi ini akan menghasilkan kontribusi baru yang berkualitas. Kami yakin sinergi dengan PTMA dapat memperkuat peran kampus sebagai pusat pembentukan insan beriman, berilmu, dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar dalam mewujudkan insan ketenagakerjaan yang berakhlak mulia,” tutur Afriansyah.

Lebih lanjut, Wamenaker menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan terus berkomitmen memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja (link and match). Ia menekankan bahwa masa depan tenaga kerja Indonesia tidak lagi ditentukan oleh ijazah semata, melainkan oleh kompetensi, karakter, dan pengalaman kerja nyata yang diperoleh sejak dini melalui program pemagangan.

“Kualitas tenaga kerja bukan hanya soal gelar, tapi kemampuan untuk beradaptasi, bekerja sama, dan memberikan kontribusi nyata di tempat kerja. Program seperti ini menjadi salah satu cara terbaik menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Melalui program pemagangan ini, pemerintah berharap lulusan perguruan tinggi dapat lebih siap memasuki dunia kerja, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, dunia industri, dan lembaga pemerintah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berdaya saing.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.